MATAMUDA

Kab. Sidoarjo (Pendma) – Menyambut tahun pelajaran 2026/2027, Kementerian Agama resmi mengubah istilah Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) menjadi Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) sebagai program orientasi bagi murid baru di seluruh madrasah. Perubahan nama ini bukan sekadar pergantian istilah, melainkan bagian dari transformasi pendidikan madrasah yang semakin menempatkan murid sebagai subjek utama pembelajaran sekaligus memperkuat implementasi Program Madrasah Ramah Anak.
Pembukaan MATAMUDA dilaksanakan serentak pada Senin (13/7). Di Jawa Timur, kegiatan dipusatkan di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim) dan dilaksanakan secara luring maupun daring. Ribuan peserta dari jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting dan siaran langsung di kanal YouTube resmi Kemenag Jatim.
Mengusung tema SENYAMAN (Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan), pelaksanaan MATA MUDA di Jawa Timur menjadi momentum untuk membekali murid dengan pemahaman dan pengalaman positif dalam menciptakan lingkungan madrasah yang sehat, aman, nyaman, dan menyenangkan.
Hal tersebut ditegaskkan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim, Sugiyo. Ia menekankan bahwa pelaksanaan MATAMUDA harus berlangsung tanpa praktik perpeloncoan maupun bentuk kekerasan dalam bentuk apa pun.
“MATAMUDA harus menghadirkan suasana yang menyenangkan. Penguatannya adalah saling mengenal, saling menghargai, saling mencintai, dan saling menyayangi untuk membangun kebersamaan di lingkungan madrasah,” katanya.
Sugiyo juga mengajak seluruh guru, panitia, mentor, narasumber, dan pengawas madrasah untuk berkolaborasi dalam memberikan pengalaman belajar yang positif bagi murid baru, termasuk memperkuat nilai-nilai moderasi beragama sebagai bekal membentuk generasi beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar, menegaskan bahwa masa ta’aruf merupakan kesempatan terbaik bagi madrasah untuk mengenali karakter, potensi, bakat, dan cita-cita setiap murid.
“Setiap anak memiliki potensi, keinginan, kemauan, dan cita-cita yang harus dikembangkan. Tugas kita adalah membantu mereka mengenali dan mengoptimalkan potensi tersebut agar tumbuh menjadi generasi yang unggul,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak awal murid memasuki madrasah. Menurutnya, murid perlu dibimbing untuk mencintai Allah SWT dan Rasulullah SAW, memahami dirinya, menghargai sesama, serta menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.
“Ilmu menjadi bekal untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena itu, masa ta’aruf harus menjadi awal tumbuhnya semangat belajar, membiasakan salat berjamaah, menghormati diri sendiri dan orang lain, serta menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga dan kebiasaan hidup bersih,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Kanwil Kemenag Jatim bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Jawa Timur juga menyerahkan secara simbolis beasiswa kepada 40 murid madrasah dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Masing-masing murid menerima bantuan sebesar Rp1.000.000 yang bersumber dari nilai manfaat pengelolaan Wakaf Uang Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan akses pendidikan bagi peserta didik madrasah.
Rangkaian pembukaan MATAMUDA di Kanwil Kemenag Jawa Timur turut dimeriahkan dengan penampilan murid-murid madrasah berprestasi yang membawakan berbagai pertunjukan seni, seperti menyanyi, nembang Jawa, mendalang, tari tradisional, hingga menjadi pembawa acara (MC). Penampilan tersebut mencerminkan beragam potensi dan talenta yang dimiliki murid madrasah.
0 Comments